Wednesday, October 15, 2014

Belajar Bahasa Alas

BAHASA ALAS

Latar Belakang Sosial Budaya


Bahasa Alas adalah bahasa daerah yang masih dipelihara dengan baik oleh warga masyarakat Alas yang mendiami sebahagian Kabupaten Aceh Tenggara. Selain berfungsi sebagai alat komunikasi antar keluarga dan antar masyarakat, bahasa ini juga merupakan unsur pendukung serta pengembang kebudayaan daerah dan sekaligus menjadi unsur penunjang kebudayaan dan bahasa nasional.
Bahasa daerah ini masih digunakan sebagai bahasa pengantar di kelas 1 hingga kelas 3 terutama pada sekolah-sekolah dasar di daerah pedalaman. Volume penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat di daerah pedalaman dapat dikatakan hanya berkisar antara 1—5%. Perkiraan secara umum mengenai volume pemakaian bahasa Indonesia di dalam pergaulan masyarakat Alas tercatat sebagai berikut.

a.          Pergaulan formal antara pejabat dengan masyarakat 80% menggunakan bahasa Indonesia, seperti kegiatan pidato, khotbah, dan ceramah.
b.         Pergaulan sesama anggota masyarakat yang berbahasa ibu bahasa Alas atau non-Alas hanya sekitar 15—20%.
c.          Pergaulan antarsuku (dari kalangan yang berlainan bahasa ibu) sekitar 80—90%.

Bahasa-bahasa daerah lain yang digunakan dalam berkomunikasi ialah Singkel, Gayo, dan Batak. Salah satu dari bahasa ini digunakan apabila penutur yang berkomunikasi berasal dari suku yang sama. Bahasa-bahasa daerah ini dimiliki oleh penduduk yang mendiami kabupaten-kabupaten tetangga, kecuali bahasa Gayo dialek Gayo Lues, yang juga menempati hampir setengah dari Kabupaten Aceh Tenggara.

Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan kosa Kata banyak dipengaruhi atau saling mempengaruhi antara bahasa-bahasa daerah bertetangga, terutama pengaruh dari suku non-Alas yang berdomisili di kabupaten itu. Tercatat hanya kurang lebih 55% dari penduduk kabupaten itu sendiri yang merupakan suku Alas. Berdasarkan sensus nasional tahun 1980, perincian jumlah warga suku di kabupaten itu adalah sebagai berikut.


TABEL 1 PENDUDUK KABUPATEN ACEH TENGGARA BERDASARKAN SENSUS NASIONAL 1980


Suku
Jumlah Penduduk
%
Alas
Gayo
Singkel, Karo, Batak, dll
87.586
40.926
30.736
55
25
20


Berdasarkan sejarah, saling mempengaruhi antara bahasa Alas dan Batak telah terjalin ratusan tahun yang lalu, Harahap (1958:36) menulis bahwa menurut tambo keturunan Siraja Batak, dari Samosir berserak orang Batak ke pelosok Tanah Batak, yaitu: orang Gayo, Alas, Karo, dan Simalungun ke utara danau itu.... bahkan Siahaan (1964:113) berkesimpulan bahwa pengaruh lingkungan menyebabkan kesadaran tergolong suku Batak semakin menipis. Suku Alas dan Gayo tidak bersedia menyebut dirinya Batak, tetapi penyelidikan tentang sistem marga, hukum adat, dan bahasa dapat memberi kesimpulan bahwa banyak ciri yang sama antara ketiga suku itu, terutama antara suku Alas dan Batak.

Dari sudut struktur dan kosa kata terdapat banyak kesamaan dengan bahasa-bahasa Batak, yaitu Tapanuli Selatan (atau Mandailing dan Angkola), Toba, Dairi, Simalungun, dan Karo, tetapi bahasa Alas tidak memiliki aksara sebagaimana dimiliki oleh suku-suku Batak. Pernah seorang ahli sejarah berkebangsaan Barat yang mengadakan penelitian di Aceh mengemukakan pendapatnya bahwa kefanatikan suku Alas terhadap agama Islam berakibatkan penuUsan bahasa itu dengan aksara Arab, atau lebih dikenal dengan huruf Jawi. Pada saat itu orang tidak pernah berpikir bahwa pemilikan aksara sendiri adalah suatu lambang identitas serta kebanggaan daerah.


Lokasi Bahasa Alas dan Dialek

Kabupaten Aceh Tenggara terdiri dari 9 kecamatan, yaitu 5 kecamatan di wilayah bekas Kewedanaan Tanah Luas (PETA 5).
1.     Kecamatan Lawe Sigala-gala,           no. 133 (34.203 jiwa)
2.     Kecamatan Lawe Alas,                      no. 132 (14.834 jiwa)
3.     Kecamatan Bambel,                          no. 130 (25.232 jiwa)
4.     Kecamatan Babussalam,                              no. 129 (25.751 jiwa)
5.     Kecamatan Badar,                             no. 131 (18.302 jiwa)
dan 4 kecamatan di wilayah bekas Kewedanaan Gayo Luas (PETA 5)
6.     Kecamatan Biang Kejren,                             no. 125 (19.830 jiwa)
7.     Kecamatan Kuta Panjang,                            no. 127 ( 9.521 jiwa)
8.     Kecamatan Rikit Gaib,                       no. 126 ( 4.766 jiwa)
9.     Kecamatan Terangan.                      no. 128 ( 6.809 jiwa)

Kelima kecamatan pertama berbatasan dengan Propinsi Daerah Istimewa Aceh.

Meskipun kabupaten ini memiliki daerah yang cukup luas, yaitu 9.635 Km2 (yang kedua terluas di Aceh), jumlah penduduknya hanya 159.248 jiwa. Wilayah pemakaian bahasa Alas hanya terpusat di lima kecamatan bekas kewedanan Tanah Alas.

Pemetaan Bahasa Alas

Berdasarkan hasil penelitian, bahasa Alas terbagi atas tiga variasi dialek, yaitu dialek Hulu, Tengah, dan Hilir. Dialek Tengah juga dikenal sebagai dialek Babussalam.

Wilayah tiap dialek adalah sebagai berikut.
a.     Dialek Huhu meliputi Kecamatan Badar dan sebahagian kecil wilayah Kecamatan Lawe Alas.
b.     Dialek Tengah atau Babussalam meliputi Kecamatan Babussalam, sebagian kecil wilayah Kecamatan Bambel, dan Kecamatan Lawe Alas.
c.      Dialek Hilir meliputi Kecamatan Lawe Alas, Kecamatan Bambel, dan sebahagian dari Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Di dalam kelima kecamatan ini terdapat pula penutur bahasa daerah lainnya, yaitu dialek Gayo Lues, bahasa Singkel, Karo, dan Batak, di ibu kota Kutacane terdapat penutur bahasa campuran, yaitu bahasa Indonesia dan berbagai bahasa daerah yang terdapat di kabupaten itu.

                   
PETA 5 PETA KABUPATEN ACEH TENGGARA



Pemetaan Dialek-dialek Bahasa Alas

Menurut kenyataan, perbatasan geografis antara dua dialek tidak pernah tajam (Langacker, 1968:45), variasi berbahasa antara penutur pada daerah sepanjang perbatasan hampir tidak kentara, perbedaan akan semakin jelas apabila semakin masuk ke daerah pedalaman.

Dasar untuk pembedaan pelbagai dialek suatu bahasa ialah bahwa sistem linguistik yang dipakai oleh penutur suatu dialek berbeda dalam hal tertentu dari sistem linguistik yang dipakai oleh penutur bahasa-bahasa yang lain. Pada bahasa Alas, perbedaan hanya terdapat pada dua aspek, yaitu aspek fonologis dan kosa kata. Dalam aspek sintaksis tidak terdapat perbedaan yang hakiki.


Aspek Fonologis

1.     Kosa Kata Kelompok A (Bahasa Indonesia)

Perbedaan dalam aspek ini sama sekali tidak menghambat, jalannya komunikasi antar penutur karena pada umumnya perbedaan dalam aspek ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kesamaan dalam aspek sintaksis.

Perbedaan dalam aspek fonologis terjadi pada suara vokal, diftong, kesepadanan bunyi konsonan, dan ketidakhadiran semivokal /w/ dan /j/ pada satu dialek, tetapi hadir pada dialek lainnya.

Dari daftar 200 di dalam kelompok A pada instrumen penelitian diperoleh hasil sebagai berikut.

a.     Perbedaan suara vokal                                                                    11 buah
b.     Perbedaan suara diftong                                                                 1 buah
c.      Kesepadanan bunyi konsonan                                                        3 buah
d.     Kehadiran dan ketidakhadiran semivokal /w/ dan /j/               4 buah
e.     Perbedaan kosa kata                                                                        73 buah
f.      Kesamaan kosa kata                                                                         108 buah


a)    Perbedaan Bunyi Vokal.

Berikut ini diturunkan ke-I 1 buah kata yang berbeda pada bunyi vokal.
           
No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
air/sungai
lawe
lawê
lawê
2
berapa
sekae
sekaê
sekaê
3
Bibir
bibêR
bibêR
bibeR
4
duda
pakêR
pakêR
pakeR
5
Hilang
benê
benê
bene
6
Kertas
kõRtas
kõRtas
keRtas
7
Padi
pagê
pagê
pagê
8
Pendek
pendek
pendôk
pendôk
9
Sedikit
citek
sitok
citok
10
Selatan
kenjahe
kenjahe
kenjahe
11
Sisir
siseR
siseR
siseR

Pada data di atas kelihatan perbedaan bunyi vokal pusat // pada dialek Hulu dengan vokal depan /e/ pada dialek Tengah dan Hilir. Perbedaan ini terjadi pada suku kedua (lihat kata-kata nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, dan 11), pada kata nomor 6 terdapat perbedaan antara bunyi vokal belakang / c/ dengan vokal pusat //, dan pada nomor 8 antara vokal belakang /o/ dengan vokal depan /e/.[1]


b)   Perbedaan Suara Diftong.

Dari data yang tersedia hanya ditemukan perbedaan antara diftong /uy/ dengan vokal /i/.

Contoh:


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Api
apui
api
api
                                               
c)     Kesepadanan Bunyi

Mengenai hubungan yang tertentu antara fonem-fonem konsonan, hukum Van der Tuuk I, yaitu r - d - i, dan hukum Van der Tunk II, yaitu fonem r - g - h (Keraf, 1968:65) tidak berlaku di dalam bahasa Alas.


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Bayar
gayaR
bayaR
bayaR
2
Cari
daRam
gaRam
gaRam
3
Tali
nail
nail
tali


d)    Kehadiran dan Ketidakhadiran Semivokal /w/, dan /j/


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Banyak
mbawe
mbue
mbue
2
Bawang
piye
iie
pie
3
Dia
iye
ie
ie
4
Dunia
duniye
dunie
dunie

Dari seluruh data yang dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa di dalam dialek Hulu, diftong /u/ dan /i/ tidak pernah disuarakan secara bebas tanpa kehadiran semivokal /w/ untuk /u/ dan //, dan /y/ untuk /i/ dan //, berbeda dengan dialek Tengah dan Hilir, kedua diftong ini disuarakan dengan bebas.


e)     Perbedaan Kosa Kata

Dari rekaman data diketahui bahwa ketiga dialek kadang-kadang menggunakan kata-kata yang berbeda untuk satu pengertian, ketidaksamaan yang diperoleh ialah:

1.     10% antara dialek Tengah dan Hilir,
2.     42% antara dialek Tengah dan Hulu,
3.     46% antara dialek Hulu dan Hilir, dan
4.     Hanya 5% antara ketiga dialek (ketiganya berbeda).

Daftar kosa kata berikut ini memperlihatkan ketidaksamaan itu


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Abang
Abang
Abang
abung
2
adik
enggek/kek
enggi
enggi
3
Apa
Kede
Kaê
Kaê
4
Api
apui
api
api
5
Ayah
awan
uan
uwõk/apuk
6
Banyak
Mbuwe
Mbuê
Mbuê
7
Bawa
Mbah
babe
babe
8
Bayar
gayaR/galaR
bayaR
bayaR
9
Berapa
sekae/pige
sekaê
sekaê
10
Beri
beRe
11
Besar
mbegah
mbelin
mbelin
12
Betul
tahu
pênteR/tahu
Tahu
13
Bibir
bibeR
bibeR
bibeR
14
Bicara
cakap
ceRõk
ceRõk
15
Bini
debeRu
beRu
beRu
16
Bodoh
padel/del del
bõdõh/pekak
pekak
17
Bumi
tanoh
bumi
bumi
18
Cangkul
gayamen
cangkul
cangkul
19
Celana
seluaR
seluaR
suRat
20
Dada
dade
tenten
tenten
21
Dahulu
ndube
kale/ndubê
kolê
22
Dekat
ndehõh
ndõhõR
ndõhõR
23
Dengan
rut
rut
ras
24
Dengar
dengkõhi
25
Dinding
dinding
dinding
dinding
26
Duga
mangê/sok
sõk
sõk
27
Duka
põRsah
wasatê/sedih
sedih
28
Gembira
meRahe
senang ate
senang ate
29
Gunung
Rimbe
deleng
deleng
30
Hapus
lap
apus/lap
apus
31
Harimau
rahimau
rimou
rimõ
32
Hilang
bene/hilep
benê
beneê
33
Istri
debeRu
beRu
beRu
34
Itu
ênou/ëdi
êdi
êdi
35
Jantan
mbõguh
mbõRguh
mboRguh
36
Jari
jejaRi
jaRi/jejaRi
jaRi
37
Kamu
kendin/kandu
kau
kau
38
Karena
keRana
keRne
keRne
39
Kurnia
pemeRe
keRunie
keRnie
40
Kau
kandu
kau
kau
41
Kebun
nembak
empus
empus
42
Kereta/Sepeda
lêReng
geRête
geRête
43
kerja
bahanen
bahanen
dahin
44
Kertas
kõRtas
kõRtas
keRtas
45
Laki
delaki
laki
laki
46
Lebih
limpaR
lebih
Llebih
47
Lihat
idah
atou
atou
48
Lompat
mõRjang
lõmpat
lõmpat
49
Luar
daRat
luaR
luaR
50
Makan
man
mangan
mangan
51
Malas
mõRke
kisat
kisat
52
Mati
madingken
mate
mate
53
Mulut
babah
babah
Bõdõh
54
Negeri
negeRi
nenggeRi
nenggeRi
55
nyamuk
lentis
namuk
agas
56
Obor
Suluh
õbõR
õncõR
57
omong
kate
ceRok
cakap
58
ongkos
tambang
tambang
ongkos
59
Orang
jelme
jême
jême
60
pendek
pendêk
pendõk
pendok
61
perempuan
nakbeRu
debeRu
debeRu
62
pertama
tame/mule
memule
mule-mule
63
pria
nak laki
delaki
delaki
64
Putih
mbulan
mentaR
mentaR
65
Rajin
ceRimbit
tisik
ncoRdik
66
Rusak
menase/runtuk
rengep
rengep
67
Sana
hadeh
hadih
hadih
68
Sawah
bawan
jume
jume
69
Sedang
ketike/mase
sedang
sedang
70
Sedikit
citek
sitõk
citõk
71
suka
sikel/nangat
Rête/põt
põt
72
Takut
meRadan
mbiaR
mbiaR
73
Tali
nali
nali
talitar
74
Tarik
sintak/tegu
taRik
taRik
75
Tebal
kapal
ngkapal
ngkapal
76
Tempat
bekas
kas
kas
77
Terima
alõken
teRime/alõken
Alõken
78
Timbang
dõs/rate
timbang
timbang
79
Tubuh
daging
tubuh
tubuh
80
Uang
duit/ketep
sên
ketêp
81
Waktu
ketike
waktu/ketike
waktu
82
Warna
rupe
rupe/ragi
ragi


f)      Kesamaan Kosa Kata

Sebagai anggota rumpun bahasa Alas, ketiga dialek memiliki banyak kosa kata yang sama untuk menyatakan satu objek atau pengertian. Dari 200 kata kelompok A tercatat 108 kata yang sama. Semua kata yang sama itu tidak didaftarkan di dalam laporan ini, tetapi dapat dilihat pada Rekaman Data (halaman 88 - 92) dengan tanda pengenal kata-kata bahasa Indonesia dicetak tebal.



2.    Kosa Kata Kelompok B. C, dan D

Pengayaan melalui kata-kata serapan dari bahasa Arab (kelompok B), bahasa Belanda (kelompok C), dan bahasa asing lainnya (kelompok D) diterima di dalam dialek-dialek bahasa Alas melalui prosedur berikut.

a)    Diterima dalam bentuk ash (lihat Rekaman Data). Tanda pengenal: kata-kata bahasa Indonesianya dicetak tebal.
b)   Diterima dengan perubahan pada pengucapan.

Contoh:

(1) Kelompok B Serapan dari Bahasa Arab

No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Akhir
ahêR
ahêR
ahêR
2
Berkat
bõRkat
bõRkat
bõRkat
3
dakwa
daawe
deawe
deawe
4
Fakir
pape
pape
pape
5
Hadir
halêR
halêR
halêR
6
Hikmah
hakemat
hakemat
hakemat
7
Mufakat
Mepakat
Mepakat
Mepakat
8
Takbir
tekebêR
tekebêR
tekebêR
9
Takdir
tekedêR
tekedêR
tekedêR
10
Uzur
ujuR
õjõR
ujõR


(2) Kelompok C Serapan dari Bahasa Belanda


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Dinas
dinis
dinis
dines
2
Kenek
kenêt
kenêt
kenêt
3
Listrik
lesteRik
lesteRik
seteRik
4
Martil
meRtêl
moRtêl
tetukul
5
Supir
sepêR
sepêR
sepêR
                                          

(3) Kelompok D Serapan dari Bahasa Asing Lainnya


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Jasa
jase
jase
jase
2
Kemeja
kemêje
kemêje
kemêje
3
Kue
Kowêh
Kowêh
kowêh
4
Saudagar
sedagaR
saudagaR
sodagaR
5
Tauco
tocoW
tocoW
tocow


c)   Di samping diterima dalam bentuk asli dan perubahan pada pengucapan,

     juga memiliki kosa kata sendiri.



(1 ) Kelompok B Serapan dari Bahasan Arab


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
asyik
galip
galip
galip
2
Hamil
mebaban
metanggungen
metanggungen
3
Hati
atê
atê
atê
4
Lezat
ntabõh
ntabõh
ntabõh
5
Takut
mbiaR
mbiaR
mbiaR




(2) Kelompok C Serapan dari Bahasa Belanda


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Bangku
cedõdõn
bangku
bangku
2
Disentri
cahaR
mulesen
mulesen


(3) Kelompok D Serapan dari Bahasa A sing Lainnya


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
Beranda
Rambih
Rambih
Rambih
2
Konflik
selang
Rumbang
Rumbang
3
Pesta
pebahanken
pemohenken
pebahanken
4
Perahu
bungkui
bungkui
sampan
5
Lonceng
loncêng
têntêng
têngtêng



Aspek Sintaksis

   Dari data yang terkumpul dapat diketahui bahwa bentuk sintaksis antara ketiga dialek adalah sama, atau kemungkinan adanya perbedaan yang sangat kecil.

a) Struktur Frase

    Beberapa bentuk frase pada ketiga dialek adalah sebagai berikut.


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
harta mereka
milikne
Rete kalak
ajang kalak
2
ikan apa
gulê kaê
ikan kaê
ikan kaê
3
hari kedua
waRi keduun
waRi kedue
waRi kedue
4
bawa pulang
babe mbalik
mbabembalik
mbabe mbalik
5
datang kemari
tõR bende
Rõh bende
Rõh bênde
6
selalu senang
senaR ntaboh
sesenaR ntaboh
sesenaR ntaboh
7
sangat bagus
mesemban kelihen
mejele kelihen
mejele kelihen
8
sakit kepala
mesui takal
mesuwe takal
mesui takal
9
si tolol
si jel
si deldel
si pedel
10
dari sawah
bawan aRi
jume aRi
jume aRi



b) Struktur kalimat

  Beberapa bentuk kalimat pada ketiga dialek adalah sebagai berikut.


IND     : Ambillah!
A          : Ametken toR!
B          : Buetkenme!
C          : Bokkenme!

IND     : Kakek pulang ke kota.
A          : Nini mbalik ke bekan.
B          : Nini mbalik be kõta.
C          : Nini mbalik be kõta.

IND      : Bagaimana, ada sukar?
A          : Kune, sêRik?
B          : Kunê, ntõhat? 
C          : Kunê, ndeles?

IND      : Saya dipanggil oleh Ayah.
A          : Aku nitengou uwan.
B          : Aku nisidung uan.
C          : Aku nisidung uok.

IND      : Si Kamil memukul Si Kamal.
A          : Si Kamil mbaluR si Kamal.
B          : Si Kamil mokpdk si Kamal.
C          : Si Kamil mokpdk si Kamal.

IND      : Si Kamal dipukul oleh si Kamil.
A          : Si Kamal nibaluR si Kamil.
B          : Si Kamal nipõkpõk si Kamil.
C          : Si Kamal nipõkpõk si Kamil. 

IND      : Siapa mendiami rumah itu?
A          : Isê nginyani Rumah di?
B          : Isê nginyami Rumah êdi? 
C          : Isê nginyami Rumah êdi? 

IND      : Paman memberikan uang kepada kakak.
A          : Mame meRêken duit be kake.
B          : Marne ngeRêken sen be kake. 
C          : Mame ngeRêken ketëp be kake.

IND     : Tidak maukah engkau kelapa muda?
A          : Made kin kau sikel niweR belalu?
B          : Made kin kau ingin niweR belalu?
C          : Made kin kau pot niweR belalu?

IND      : Mau Tuan mempelajari bahasa Indonesia?
A          : Sikel kandu ngguRui ceRõk Indonesia?
B          : Ingin kandu mplajaRi ceRõk Indonesia?
C          : Pot kandu melajaRi cakap Indonesia?

Keterangan:
IND     : bahasa Indonesia
A          : Dialek Hulu
B          : dialek Tengah
C          : dialek Hilir



Kesimpulan

Berdasarkan analisis di atas dan sesuai dengan pendapat Langecker (1968: 48) bahwa.... "two people speak different dialects if their linguistic systems differ with respect to at least one trait" (dua suku bangsa bertutur dalam dialek yang berbeda jika sistem linguistiknya berbeda dalam hal paling sedikit satu sifat). Dalam hal ini, sifat yang membedakan ialah aspek-aspek fonologis dan kosa kata.

Akan tetapi, oleh karena perbedaan kosa kata antara dialek Tengah dan Hilir hanya 10%, peneliti cenderung berkesimpulan bahwa hanya terdapat perbedaan ragam. Dengan demikian, dalam bahasa Alas terdapat dua dialek, yaitu dialek Hulu dan dialek Tengah/Hilir yang lazim disebut dialek Babussalam. Peta berikut (PETA 6) memperjelas letak geografis kedua dialek (dialek Babussalam dipetakan terpisah).




KESIMPULAN DAN SARAN

1.     Kesimpulan

Propinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai suatu kesatuan administratif memperlihatkan kemajemukan pemakaian bahasa daerah. Atas dasar kemajemukan ini mungkin timbul praduga bahwa bahasa-bahasa ini masih terpecah dalam dialek-dialek, dari dialek terpecah lagi menjadi subdialek, selanjutnya dalam ragam bahasa. Kebenaran pendapat umum bahwa di Aceh terdapat banyak dialek masih harus dibuktikan, antara lain, dengan meneliti kekhasan kebahasaan di kabupaten-kabupaten, kemudian memperbandingkan antara satu dengan yang lain.

Penelitian ini bukan meneliti kekhasan kebahasaan tiap kabupaten. Jelasnya, bukan meneliti dialek-dialek secara mendetail. Penelitian ini bersifat pemetaan bahasa, yaitu bahasa Aceh, Gayo, dan Alas.

Di dalam laporan ini, tim peneliti membedakan pengertian "penutur" bahasa dengan "pemakai" bahasa, dan pengertian "berbahasa" Aceh dengan 'berbicara" bahasa Aceh (lihat 2.2.1 halaman 14). Juga, sama halnya dengan pengertian dalam pembahasan bahasa Gayo dan Alas.


Pemetaan Bahasa Alas

Lokasi-lokasi yang berbahasa Alas adalah lima kecamatan di dalam lingkungan Kabupaten Aceh Tenggara (PETA 6).

Berdasarkan analisis, perbedaan antara dialek Tengah dan Hilir tercatat 10% sehingga dapat disimpulkan bahwa antara kedua dialek itu terdapat perbedaan wicara (parler). Antara dialek Tengah dan Hulu tercatat 42%, dan antara HUlu dan Hilir 46% sehingga masih mungkin dikatakan terdapatnya perbedaan subdialek.


JAWABAN PERTANYAAN

C. Bahasa Alas

1.      Huruf yang lazim dipergunakan untuk menuliskan bahasa Alas.
a.     Pada masa penjajahan dengan tulisan Arab Melayu atau huruf Jawi.
b.     Sejak kemerdekaan berangsur berubah dengan menggunakan tulisan Latin. Pada saat ini penggunaan tulisan Arab Melayu atau huruf Jawi sudah sangat langka.

2.      Bahasa Alas belum mempunyai sistem ejaan yang permanen/baku.
3.      Bahasa Alas masih sering dipakai dalam berkomunikasi antara para pejabat (yang berbahasa ibu bahasa Alas) dengan masyarakat. Dengan mempergunakan bahasa daerah, hubungan pejabat dengan masyarakat terasa lebih dekat. Terutama, bila pejabat berdialog dengan anggota masyarakat yang tinggal di daerah pelosok pedalaman.
4.      Bahasa Alas masih digunakan secara aktif dalam berkomunikasi antar masyarakat.
5.      Bahasa daerah lain yang juga digunakan dalam berkomunikasi antar-masyarakat ialah bahasa Gayo (Lues), Karo, Batak, dan Singkel. Salah satu bahasa ini digunakan bila antarsuku yang berkomunikasi itu tidak menguasai bahasa Indonesia atau yang berkomunikasi itu berasal dari bahasa ibu yang sama.
6.      Bahasa Alas juga digunakan sebagai bahasa pengantar di sekolah tingkat dasar kelas 1—3 di daerah pelosok pedalaman karena bahasa ibu si anak didik adalah bahasa daerah.
7.      Ada tiga kategori volume pemakaian bahasa Indonesia dalam pergaulan antarmasyarakat.
a.     Dalam kontak formal antara pejabat dengan masyarakat 80% menggunakan bahasa Indonesia. Termasuk di dalamnya pidato, ceramah, dan khotbah.
b.     Dalam pergaulan antarsuku (dari kalangan yang berlainan bahasa ibu), 80—90% menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan sisanya menggunakan salah satu bahasa daerah.
c.      Dalam pergaulan sesama masyarakat dari kalangan berbahasa ibu yang sama hanya sekitar 15-20% yang menggunakan bahasa Indonesia.

8.      Lihat rekaman data mengenai kosa kata!
9.      Lihat rekaman data mengenai kosa kata!
10.   Persentase kemudahan memahami percakapan antara para penutur dialek-dialek, hanya dapat diketahui setelah menganalisis rekaman data mengenai kosa kata.


I.   DAFTAR KOSA KATA: DIALEK-DIALEK BAHASA ALAS

     Kelompok A Bahasa Indonesia


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
abang
air
adik
akar
aku
alu
anak
apa
api
asal
atas
ayah
ayam
baju
banyak
baru
batu
bawa
bawah
bawang
bayar
benar
berapa
beri
besar
besi
betina
betul  
bibir
 bicara
bini
bodoh
bulan
buluh
bumi
cangkul
cari
celana
dada
dagu
dahulu
(di) dalam
dapur
dara
datang
dekat
delapan
dengan
dengar
dia
dinding
dua
duda
duga
duka
dunia
duri
ekor
emas
empat
enak
enam
gembira
gerak
gigi
guli
gunting
gunung
guru
hapus
hari
harimau
hidung
hidup
hilang
hujan
ini
istri
itik
itu
jala
jalan
jambang
janda
janggut
jantan
jari
jari kaki
jari tangan
kakak
kalah
kampung
kamu
kapur
karena
kau
kebun
kepada
kepala
kereta
kerja
kertas
kuda
kuku
kumis
kurnia
laki
langit
lebih
lembu
lihat
lima
lompat
luar
lutut
makan
malas
mata
mati
mentimun
minum
muda
mulut
nama
nasi
negeri
nyamuk
nyiur
obor
omong
ongkos
orang
padi
pagar
paha
pahat
pandai 
panjang
pendek
perak
perempuan
pertama 
perut
pinggang   
pintu
Pipi
pisang
pria 
putih
rajin
rambut
rendah
rumah
rumput
rusak
sabit
sana
sarung
atu
saudara
sawah
sedang
sedikit
selatan
sembilan
sepuluh
sini 
sisir
situ
suka
susu
tangan
takut
tali
tambah
tamu
tangga
tanya
tebu
telinga
tapi
tarik
tempat
tiga
tikar
timbang
tubuh
tujuh
uang
ubi
udara
untuk
utara
waktu
wanita
warna
abang
lawe
enggek/kek
uRat
aku
lalu
anak/meRah
kade
 apui
asal
datas
uwan
manuk
baju
mbuwe
mbaRu
batu
mbah
teRuh
piye
gayaR/galaR
tuhu
sekaR/pige
beRe
mbegah
besi
beRu
tuhu
bibeR
cakap
 debeRu
padel/deldel
bulan
buluh
tanoh
gayamen
daRam/idahken
-
dade
isang
ndube
(ni) bagas
dapuR
bujang
Roh
udenoh
waluh
Rut
dengkohi
iye
dingding
due
pakeR
mange/sok
poRsah
dunie
duRi
lawi
mas
empat
ntoboh
enem
meRahe
geRok
ipen
peluR
gunting
Rimbe
guRu
lap
waRi
Rahimau
igung
nggeluh
bene/hilep
udan
ende
debeRu
itik
enou/edi
jale
dalan
sagup
balu
janggut
mboguh
jejaRi
jaRi kiding
jaRi tangan
kake
 talu
kute
kandu/kandin
kapuR
keRane
kandu
nembak
tebe
takal
leReng
bahanen
koRtas
kude
seliwen
gumis
pemeRe
delaki
langit
limpaR
 lembu
idah
lime
moRjang
daRat
tiwen
man
moRke
mate
madingken
cimun
minum
mude
babah
gelaR
nakan
negeRi
lemis
niweR
suluh
kate
tambang
 jelme   
page
pagaR
pake
pahat
uRok
nggedang
pendek
piRok
nakbeRu
tame mule
tuke
awak
pintu
kuRum
galuh
nak laki
mbulan
ceRimbit
buk
teteRuh
Rumah
dukut
menase/Runtuk
sadap
hadeh
sembung
 sade
senine
bawan
ketike/mase
citek
kenjahe
siwah
sepuluh
hande
siseR
hadi
sikel/nangat
susu
tangan
maRadan
nali
tambah
jamu
tangge
sungkun
tebu
cuping
tapi
tegu/sintak
bekas
telu
amak
dos/Rate
daging
pitu
duit/ketep
gadung
angin
tebe
kenjulu
 ketike
debeRu
Rupe
abang
lawe
enggi
uRat
aku
lalu
anak
kae
'api
asal
datas
uan
manuk
baju
mbue
mbaRu
batu
babe
teRuh
pie
bayaR
tuhu
sekae
Re
mbelin
besi
beRu
penteR/tuhu
bibeR
ceRok
beRu
bodoh/pekak
bulan
buluh
bumi
cangkul
gaRam
seluaR
tenten
isang
kale/ndube
(ni) bagas
dapuR
bujang
Roh
ndehoR
waluh
Rut
ge
 ie
dinding
due
pakeR
sok
wasate/sedih
dunie
duRi
lawi
mas
empat
ntaboh
enem
senang ate
geRok
ipen
peluR
gunting
deleng
guRu/tengku
apus/lap
waRi
Rimou
igung
nggeluh
bene
udan
ende
beRu
itik
edi
jale
dalan
sagup
balu
janggut
mboRguh
jaRi/jejaRi
jaRi kiding
jaRi tangan
kake
talu
kute
kau
kapuR
keRane
kau
empus
tebe
takal
geRete
bahanen
koRtas
kude
seliwen
gumis
keRunie
laki
 langit
lebih
lembu
atou
lime
lompat
luar
tiwen
mangan
kisat
mate
mate
cimun
minum
mude
babah
gelaR
nakan
nenggeRi
namuk
niweR
oboR
ceRok
tambang
jeme
page
pagaR
pahe
pahat
uRok
nggedang
pendok
piRok
debeRu
memule
tuke
awak
pintu
kuRum
galuh
delaki
menteR
Usik
buk
teteRuh
Rumah
dukut
Rengep
sadap
hadih
sembung
sade
senine
jume
sedang
sitok
kenjahe
siwah
sepuluh
hande
siseR
hadi
Rete/pot
susu
tangan
mbiaR
nali
tambah
jamu
tangge
sungkun
tebu
cuping
tapi
taRik
kas
telu
amak
 timbang
 tubuh
pitu
sen
gadung
angin
tebe
kenjulu
waktu/ketike
debeRu
Rupe/Ragi
abung
lawe
enggi
uRat
aku
lalu
anak
kae
api
asal
datas
uwok/apuk
manuk
baju
mbue
mbaRu
batu
babe
teRuh
pie
bayaR
tuhu
sekae
Re
mbelin
besi
beRu
tuhu
bibeR
ceRok
beRu
pekak
bulan
buluh
bumi
cangkul
gaRam
suRal
tenten
isang
 kale
(ni) bagas
dapuR
bujang
Roh
ndohoR
waluh
Ras
ge
ie
dinding
due
pakeR
sok
sedih
dunie
duRi
lawi
mas
empat
ntaboh
enem
senang ate
geRok
ipen
peluR
gunting
deleng
guRu
 apus
waRi
Rimo
igung
nggeluh
bene
udan
ende
beRu
 itik
edi
jale
dalan
sagup
 balu
janggut
mboRguh
jaRi
jaRi kiding
jaRi tangan
kake
talu
kute
kau
kapuR
keRne
kau
empus
tebe
takal
geReta
dahin
keRtas
kude
seliwen
gumis
keRnie
laki
langit
lebih
lembu
atou
lime
lompat
luaR
tiwen
mangan
 kisat
mate
mate
cimun
minum
mude
bodoh
gelaR
nakan
nenggeRi
agas
niweR
oncoR
cakap
ongkos
 jeme
page
pagaR
pahe
pahat
uRok
nggedang
pendok
piRok
debeRu
mule mule
tuke
awak
 pintu
kuRum
 galuh
delaki
menteR
ncoRdik
buk
teteRuh
Rumah
dukut
Rengep
sadap
hadih
sembung
sade
senine
jume
sedang
citok
kenjahe
siwah
sepuluh
hande
siseR
hadi
pot
susu
tangan
mbiaR
tali
tambah
 jamu
 tangge
sungkun
tebu
cuping
tapi
taRik
kas
telu
amak
ndatas
tubuh
 pitu
 ketep
gadung
 angin
tebe
kenjulu
 waktu
debeRu
Ragi
                   

Kelompok B Kata-kata Serapan dari Bahasa Arab


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
2
3
4
5

adil
ahli 
akal
akhir
akibat
alat
alim
amal
aman
asal
asyik
awal
badan
batin
dakwa
faedah
faham
fakir
fasih
fatwa
fitnah
hadir
hafal
hak
hakikat
hakim
hal
hamil
haram
hasil
hawa
hayat
hemat
heran
hikmah
ikhlas
ikhtiar
ikrar
ilmu
insaf
izin
jihad
jumlah
kabar
kadar
kafir
kalbu
karib
khayal
lezat
maaf
maklum
maksud
maut
mufakat
mustahil
nasihat
nikmat
perlu
pikir
rakyat
resmi
roh
rukun
riwayat
saat
sabar
sah
sahabat
sedekah
sehat
sifat
silap
syair
syarat
taat
tabiat
tafsir
takbir
takdir
takut
tekad
tertib
tobat
ulama
umat
umum
umur
usul
uzur
wajib
wakil
waktu
wasiat
yakin
yatim
 zakat
zat

 adil
maheR
akal 
aheR
akibat
pekakas
malim
amal
 aman/Rede
asal
galip
bene
daging
boRkat
daawe
paedah
paham
pape
paseh
pengajar
penjalu
haleR
hapal
hak
hakikat
hakim
hal
mebaban
haRam
ulih
hawe
hayat
himat
bengap/jengang
hakemat
suke
usahe
ekRaR
 elmu
insap
 ijin 
 jihad
jumlah
beRita
kadaR
kapeR
ate
kaRip/leket
angen-angen
ntaboh
maap
maklum
sikel 
maut
mepakat
mestahil
nasehat
nikmat
poRlu
pikeR
Rakyat
Resmi
 Ruh
Rukun
Riwayat
saat 
sabaR
sah
 sehabat
sedekah
sihat
sipat
silap
saeR
saRat
 taat
 tabiat
takceR
tekebeR
 tekedeR
mbiaR
tekat
toRtip
 tobat
ulame
umat
umum
umuR
usul
ujuR
wajib
 wakil
waktu
wasiat
akin
atim
jakat
jat

adil
maheR
akal
aheR
akibat
alat
malim
amal
aman
asal
galip
bene
daging
boRkat
deawe
paedah
paham
pape
paseh
suRah
petenah
haleR
hapal
hak
hakikat
hakim
hal
metangngungen    
haRam
hasil
 hawe
 hayat/geluh
himat
 heRan
hakemat
 ihlas
ihtiaR
 ekRaR
 emu
 insap
ijin
jihad
jenelah
kabaR
 kadaR
kapeR
ate
kaRip
angan-angen
ntaboh
maap
maklum
makesut
maut
mepakat
mestahil
nasehat
nekmat
poRlu
pikeR
Rakyat
Resmi
Ruh
Rukun
Rewayat
saat
sabaR
sah
 sehabat
 sedekah
sehat
sipat
silap
saeR
saRat
 taat
tabiat
tapseR
tekebeR
tekedeR
mbiaR
tekat
toRtib
tobat
ulame
umat
umum
umuR
usul
ujoR
wajib
wakil
waktu
wasiat
yakin
yatim
jakat
jat

adil
maheR
akal
aheR
 akibat
pekakas
malim
amal
aman
asal
galip
bene
daging
boRkat
deawe
 paedah
 paham
pape
 paseh
 suRah
petenah
haleR
hapal
hak
hakekat
akim
hal
metanggungen
haRam
hasil
hawe
geluh
himat
heRan
hakmat
 ihlas
istiaR
 ekRaR
 emu
insap
ijin
jihad
jemelah
 kabaR
 kadaR
 kapeR
 ate
kaRip
angan-angen
ntaboh
maaf
maklum
makesut
maut
mesapat
mestahil
nasehat
nekmat
peRlu
pikeR
Rakyat
Resmi
Ruh
Rukun
Rewayat
saat
sabaR
sah
sahabat
sedekah
 sehat
sipat
lupe
saeR
saRat
taat
tabiat
tapseR
tekebeR
tekedeR
mbiaR
tekat
toRtip
tobat
ulame
 umat
sinteRem
usie
usul
ojoR
wajib
wakil
waktu
wasiat
yakin
yatim
 jakat
jat

                        
      

Kelompok C. Kata-kata Serapan dari Bahasa Belanda


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
arioji
bangku
blangko
buku
dinas
disentri
 faktor
 feodal
kamar
kelas
 kenek
 kopi
 lampu
lapor
 listrik
martil
mobil
obeng
pas
 perangko
persen
reken
rokok
supir
teh

loji
cedodon

 buku
dinis
cahaR


Ruang
 kelas
kenet
kopi
 pelite
 lapuR
 lesteRik
meRtel
motoR
obeng
pas
 peRangko
peRsen
Reken
Rokok
sepeR
teh

loji
bangku

buku
dinis
mulesen


kamaR/Ruang
kelas
kenet
kopi
petite
 lapuR
lesteRik
moRtel
 motoR
obeng
pas
 peRangko
poRsen
Reken
Rokok/isap
sepeR
teh

loji
bangku

buku
dines
mulesen


kamaR
kelas
kenet
kopi
petite
lapuR
seteRik
tetukul
motoR
obeng
 pas
 peRangko
 poRsen
Reken
 Rokok
sepeR
teh


             

Kelompok D Kata-kata Serapan dari Bahasa Asing Lainnya


No.
Bahasa Indonesia
Dialek
Hulu
Tengah
Hilir
1
beranda
blus
cawan
gaun
jam
 jasa
jendela
kawin
kelenteng
kemeja
kenduri
konflik
kongsi
kue
lonceng
modal
perahu
pesta
pinggang
roti 
saudagar
sekolah
tahu
tauco
toge

Rambih
baju
cawan
baju
jam
jase
tingkap
 kawin

 kemeja
kenduRi
selang
kongsi
koweh
 lonceng
modal
bungkui
pebahanken
pinggan
 Roti
sedagaR
sekulah
tahu
tocow
 toge

rambih
baju
cawan
 baju
jam
 jase
tingkap/jendele
kawin

kemeja
 kenduRi
Rumbang
kongsi
koweh
 tengteng
modal
bungki
pebahanken
pinggan
Roti
sudagaR
sekolah
tahu
tocow
 toge

Rambih
baju
cawan
baju
jam
jase
jendele 
kawin

kemeja
kenduRi
Rumbang
kongsi
kuweh
tenteng
pokok
sampan
pebahanken
pinggan
Roti
sodagaR
sekolah
tahu
 tocow
toge


         

SINTAKSIS

Kelompok E Frase

1
IND
A
B
C
: kedai nasi
: pajak
: kede nakan
: kede nasi


9
IND
A
B
C
: pulang besok
: mbalik pagi
: mbalek pagi
: mbalik pagi

2
IND
A
B
C
: sungai dangkal
lawe mbabo
lawe mbabo
lawe mbabo


10
IND
A
B
C
: tuangkan    semua
tuangken    keRine
tuangken    keRine
tuangken    keRine

3
IND
A
B
C
: tikar itu
amak edi
amak edi
amak edi


11
IND
A
B
C
: kecil pendek
pendok cecut
pendok cecut
pendok cecut

4
IND
A
B
C
: nasi goreng
nakan sahuk
nakan sahuk
nakan sahuk


12
IND
A
B
C
: satu keranjang
seRage
sekeRanjang
sekeRanjang

5
IND
A
B
C
: gadis di luar
bujang ni luaR
bujang ni luaR
bujang ni luaR


13
IND
A
B
C
: tiga sehari
telu sewaRi
telu sewaRi
telu sewaRi

6
IND
A
B
C
: berjalan kaki
medalan kiding
medalan kiding
medalan kiding


14
IND
A
B
C
: sekali pukul
sekali pokpok
sekali pokpok
sekali pokpok

7
IND
A
B
C
: berdiri lurus
cindeR pinteR
cindeR pinteR
cindeR pinteR


15
IND
A
B
C
: ke sungai
be lawe
be lawe
be lawe

8
IND
A
B
C
: duduk di bawah
tandok ni teRuh
tandok ni teRuh
tandok ni teRuh





            
  

Kelompok F Kalimat

1
IND
A
B
C
: Isilah!
isitoR!
isime!
isime!

2
IND
A
B
C
: Gilinglah!
 giling toR!
gilingme!
tijikme!

3
IND
A
B
C
: Dia makan nasi.
iye mangan.
 iye mangan nakan.
iye mangan nakan.

4
IND
A
B
C
: Jangan lihat ke sana.
ulang ato bedih.
ulang ato bedih.
ulang ato bedih.

5
IND
A
B
C
: Di mana buku kami?
nidape buku kami?
nidape buku kami?
nidape buku kami?

6
IND
A
B
C
: Yang mana anak Tuan?
apahen anakndu?
apahen anak ndu?
siapahen anak ndu?

7
IND
A
B
C
: Ke mana kau tidur kemarin?
ndape kau medem bone?
ndape kau medem bone?
ndape kau medem bone?

8
IND
A
B
C
: Mengapa adiknya tidak suka makan nasi?
kae kase enggine mapot man?
kae kane anggine mapot mangan nakan?
kae kane enggine mapot mangan nakan?

9
IND
A
B
C
: Gedung itu atapnya putih.
Rumah di sahungne mentaR.
gedung edi sahungne mentaR
gedung edi sahungne mentaR.

10
IND
A
B
C
: Si Aminah ada di dapur
si Aminah sedang ni dapuR.
si Aminah ni dapuR
si Aminah nidapuR.

11
IND
A
B
C
: Sekolah libur pada hari Minggu
sekolah peRe ni waRi ehad
sekolah peRe ni waRi minggu (ahad),
sekolah peRe ni waRi ehad

12
IND
A
B
C
: Dia datang dari Langsa.
iye Roh Langsa aRi.
iye Roh Langsa aRi.
ie Roh Langsa aRi.

13
IND
A
B
C
: Ibu mau pulang ke kampung.
ame sikel mbalik be ku te.
ame sikel mbalik be ku te.
ame sikel mbalik be ku te.

14
IND
A
B
C
: Bibi sudah pergi ke pasar
Bibi enggow be pekan.
Bibi enggow laus be pekan.
Bibi enggow laus be pekan.

15
IND
A
B
C
: Bila kau kembalikan buku mereka?
ndigan kau balihken buku kalake?
ndigan kau utihken buku kalake?
Pigan kau utihken buku kalake?


Catatan:

Kalimat yang dipakai sebagai contoh dalam analisis tidak dicantumkan di atas.




[1] Dalam laporan penelitian ini, fonem-fonem berikut ditulis dalam lambing ortografi sebagai berikut:
fonem // ditulis e      fonem /o/ ditulis o
fonem /e/ ditulis e      fonem /vy/ ditulis ui

di Sari dari:
Buku 
Pemetaan Bahasa Aceh, Gayo, dan Alas
Oleh: Osra M. Akbar, Wamad Abdullah, Surya Nola Latif dan Syech Ahmaddin

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Jakarta
1985