Aceh Tenggara Tempo Doeloe.

Gambar-gambar berikut saya yakini tentang Aceh Tenggara (khusunya suku Alas), tetapi maaf saya belum bisa membuat deskripsi tentang gambar-gambar berikut, karena keterbatasan referensi..
selamat menikmati

ciri rumah suku Alas

Orang Alas (suku alas) hidup dengan bertani sejak dahulunya, pada gambar ini terlihat masyarakat sedang ngekhukah (membuka lahan baru) untuk dijadikan persawahan.
Di Aceh Tenggara terdapat sebuah sungai yang cukup besar, disebut dengan Lawe (Sungai) Alas. sungai ini bermuara dari Taman Nasional Gunung Leuser dan berhulu ke lautan Samudera Hindi melalui Kabupaten Aceh Singkil. pada gamabr terlihat beberapa tantara pasukan marsose sedang melewati bagian dangkal dari sungai ini.
salah satu kebiasaan orang alas adalah duduk di selamponen (suatu tempat khusus dibuatkan di depan rumah untuk tempat duduk) berinteraksi dengan warga masyarakat lainnya.
Di Aceh Tenggara belanda pernah mendirikan rumah sakit tepatnya di Desa Lawe Sagu Kecamatan Lawe Bulan. untuk membawa masyarakay ke rumah sakit ini, orang alas mengunakan bahan dari Bambu yang dibuat belahan-belahan di tenggahnya sedemikian rupa sehingga bisa menandu orang yang sakit untuk dibawakan ke Rumah sakit atau ke rumah dukun untuk diobati.
Salah satu pertempuran hebat di Aceh yang dicatat oleh dunia adalah pertempuran di kubun (benteng) Kutarih, Benteng tersebut dibuat dari bambu-bambu yang disusun menyerupai dinding-dinding yang cukup tinggi.
sebagai masyarakat yang beradat acara pernikahan mempunyai aturan dan tata cara yang diatur oleh adat istiadat disuatu tempat oleh masyarakatnya, salah satu prosesi adat di Aceh Tenggara.
Sungai Alas membelah bukit barisan dan gunung leuser.

Sungai merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat, sungai alas salah satu pusat interaksi orang alas. orang alas memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi dan perdagangan serta kegiatan harian seperti mandi, menyuci dll.
sebagai masyarakat yang mempunyai peradapan, Masyarakat Aceh Tenggara sudah mempunyai keyakinan yaitu Islam. sebuah masjid di daerah penampakan (sekarang menjadi kabupaten Gayo Lues).
 Selain sungai, orang alas juga memanfaatkan hutan untuk memenuhi kebutuhan harian, biasanya hasil hutan akan di tempi (digendong) ke rumah dari kebun/hutan.
Satu sudut Lembah Alas.
Khumah Mbelin (Rumah Besar) biasanya didiami oleh keluarga besar, biasanya orang alas dahulu mempercayai pepatah "Banyak Anak, Banyak Rezeki".
Di Aceh Tenggara banyak terdapat sungai-sungai yang segar, karena banyaknya anak-anak sungai yang langsung bersumber dari Hutan dan gunung..
Lembah Alas
Selain dari jalur sungai orang alas juga membuat akses jalan darat untuk berhubunga denga Orang Gayo di Aceh Tenggah, Orang Karo di Kabupaten Karo, Orang Melayu di Langkat.
Sungai Alas.
Salah satu hasil dari sungai adalah ikan tawar, disungai alas terdapat species ikan jurung yang dalam bahasa alasnya terkenal dengan sebutan ikan situ untuk ikan jurung.
Gambaran orang alas.
Orang Alas di tawan oleh pasukan marsose.



Comments

Popular posts from this blog

Kamus Bahasa Alas-Indonesia

Marga-marga yang ada di Tanoh Alas Aceh Tenggara