Gara-Gara Beras & Rokok Orang Aceh Jadi Miskin

Banda Aceh – Setelah BPS Aceh menyatakan angka terbaru kemiskinan di Aceh mencapai 909 ribu orang pada Maret 2012, ternyata setelah dianalisis bahwa komoditi yang paling memberi peranan terbesar terhadap garis kemiskinan di Aceh adalah beras dan rokok. “Ini sumber terbesar,” sebut Kepala Bidang Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik  Aceh, Abdul Hakim, Senin (2/7) tadi.

Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan.


Jumlah pendapatan perkapita perbulan penduduk miskin yang diklaim oleh BPS Aceh pada Maret 2012 sebesar Rp 320.013,-.

Komoditi yang paling penting bagi penduduk miskin adalah beras. Pada Maret 2012 sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan makanan sebesar 32,16 persen pada perkotaan dan 40,74 persen pada pedesaan Aceh.

Menyusul kemudian komoditi rokok kretek atau filter yang memberi sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan di wilayah pedesaan Aceh mencapai 11,39 persen. Sedangkan untuk perkotaan lebih besar yaitu mencapai 12,99 persen.

29 Juta batang per minggu 

Sebelumnya pada pertengahan tahun 2010 lalu, The Globe Journal pernah memberitakan terkait omzet penjualan berbagai produk PT HM Sampoerna di Indonesia termasuk di Provinsi Aceh tergolong cukup tinggi.

“PT HM Sampoerna Tbk merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia dan memimpin pangsa pasar industri rokok yaitu 29,1 persen dengan total volume penjualan pada tahun 2009 lalu yang mencapai 75,9 miliar,” ujar Direktur PT HM Sampoerna, Wayan Mertasana Tantra usai peresmian Kantor Baru PT HM Sampoerna Area Banda Aceh, Rabu (11/5).

Wayan yang didampingi Presiden Direktur PT HM Sampoerna John Gledhill menambahkan, untuk daerah Aceh sendiri penjualan produk mencapai 29 juta batang per minggu. “Omzet yang kita dapatkan di Aceh melebihi tiga kali lipat dari yang kita peroleh di Jogyakarta,” sebutnya.
“Kita tidak pernah menjual produk bagi para perokok yang masih di bawah umur. Kita berharap pemerintah, membuat aturan baku dan tentunya berimbang terkait hal ini. Bila ada kedapatan yang menjual bagi perokok di bawah umur agar diambil tindakan,” ungkap John

Comments

Popular posts from this blog

Kamus Bahasa Alas-Indonesia

Marga-marga yang ada di Tanoh Alas Aceh Tenggara